"suatu hari nanti, kita pasti bertemu kembali"
Aku diam terdunduk lesu disebuah bangku taman sekolah. Menangis tersedu-sedu meratapi es kirm yang sekarang sudah tergeletak dan berserakan di tanah pasir.
"jangan nangis."
Ku melihat dari ujung bola mata, terlihat seoarang anak laki-laki seumuranku tengah berdiri dihadapanku menjulurkan tangannya yang menggenggam jeruk kecil yang sedikit kusam.
"Ambil!"
Dengan wajah tanpa ekspresi, anak laki-laki tersebut tetap menjulurkan tangannya kearahku. Seperti berharap aku akan mengambil jeruk yang ia tawarkan. Sedangkan aku masih tetap menangis sambil memperhatikan dirinya.
"gratis kok"
Senyum datar sedikit terlihat di ujung bibirnya. Aku beranikan untuk melihat wajahnya lebih jelas. Sekilas,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar